Medan (9/4) Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis praktik serta mendukung penguatan kompetensi mahasiswa, Program Studi Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis menyelenggarakan Workshop Pendirian Laboratorium pada Hari Kamis, 9 April 2026 secara zoom.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Dekan Fisip, Dr. Jhon Simon, MSi, dosen, tenaga kependidikan, serta narasumber Dr. Ike Wanusmawatie, S.Sos, M.AP yang berkompeten di bidang pengelolaan laboratorium pendidikan dan pengembangan kurikulum berbasis praktik. Workshop ini bertujuan untuk merancang konsep, fungsi, serta arah pengembangan laboratorium yang relevan dengan kebutuhan dunia akademik dan industri.
Ketua Program Studi Administrasi Publik Dr. Kariaman Sinaga, MAP dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan laboratorium menjadi salah satu elemen penting dalam menunjang pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual. “Laboratorium tidak hanya menjadi ruang praktik, tetapi juga sebagai pusat inovasi, riset, dan pengembangan keterampilan mahasiswa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Administrasi Bisnis Teuku Fahmi, MM menekankan pentingnya integrasi antara teori dan praktik melalui laboratorium. Dengan adanya laboratorium yang terstruktur dan berbasis kebutuhan industri, mahasiswa diharapkan mampu memiliki kompetensi yang siap bersaing di dunia kerja.
Workshop ini mencakup beberapa agenda utama, antara lain:
- Penyusunan konsep dan desain laboratorium
- Identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana
- Pengembangan kurikulum berbasis laboratorium
- Strategi pengelolaan dan pemanfaatan laboratorium
- Diskusi dan penyusunan roadmap pengembangan laboratorium
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk blueprint atau rancangan awal pendirian laboratorium yang dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan di kedua program studi.
Kegiatan workshop ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif serta penyusunan rekomendasi strategis sebagai tindak lanjut implementasi pendirian laboratorium.(mb)

